Kembangkan Ekowisata, Desa Lubuk Kertang Undang Dinas Kelautan dan Perikanan Langkat

Wisata Mangrove Lubuk Kertang

Dalam rangka pengembangan wisata, Kepala Desa Lubuk Kertang, Kecamatan Brandan Barat, Kabupaten Langkat, Zul Ihsan, Rabu (26/12) mengundang Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat untuk berdiskusi memberikan masukan dan menjalin kerjasama dalam mewujudkan Desa Lubuk Kertang menjadi desa wisata.

Desa Lubuk Kertang sendiri memiliki potensi ekowisata mangrove yang saat ini terus dikembangkan sebagai salah satu pemasukan sumber pendapatan ekonomi masyarakat selain nelayan dan pertanian.

Wisata mangrove ini telah menjadi sorotan banyak pihak. Baik dari pengunjung maupun Dinas terkait. Karena disamping sebagai pengembangan wisata, ekowisata mangrove diharapkan mampu memperbaiki kualitas lingkungan pesisir pantai yang mengalami kerusakan yg cukup parah.

Zul Ihsan selaku kepala desa sangat yakin jika seluruh sumber daya alam yang dimiliki dapat dimanfaatkan dengan baik, maka akan meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat desa.

Kades Lubuk Kertang menyampaikan harapan terhadap pengembangan potensi Desa Lubuk Kertang

Dalam pertemuan kali ini, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat diwakili Agung Sugiarta sebagai Kabid. Perikanan Budidaya, didampingi Kodir sebagai Kasubad Umum dan Aset  Dinas Kelautan dan Perikanan,  dan Ahmad dari Konsultan Pengembangan Desa Wisata,  serta kelompok pengelola hutan mangrove dan perwakilan masyarakat Desa Lubuk Kertang.

Pada kesempatan ini Agung menyampaikan  kajian dan penerapan pengembangan budidaya ikan yang menjadi dikelola masyarakat. Dia berharap agar penerapan budiañdaya tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal dan mendapatkan hasil sesuai dengan yang diharapkan.

Kodir selaku Kasubad Umum dan Aset Dinas Kelautan dan perikanan menyampaikan syarat-syarat untuk mengembangkan potensi desa, seperti; legalitas, penataan ruang, kesiapan masyarakat,  Infrastruktur dan promosi.

Ahmad selaku Konsultan berupaya menyusun segala penunjang untuk desa Lubuk Kertang menjadi Desa Wisata. Dimulai dengan pengembangan nelayan yang aktif dan produktif, membentuk tim guide (pemandu)  yang bertugas memberi petunjuk dan penjelasan tentang wisata desa, pengelolaan sistem mangrove, menghasilan pernak-pernik (oleh-oleh khas) yang dibuat oleh warga Lubuk Kertang, membangun rumah makan khas kuliner Lubuk Kertang, membangun tempat Ibadah dan dapat menampilkan seni budaya yang ada di Desa Lubuk Kertang.

Semua penyampaian  disambut sangat antusias. Masyarakat berharap dengan adanya kepedulian dari Dinas terkait dapat meningkatkan sumber daya alam, sumber daya manusia serta menggali segala potensi yang ada di Desa Lubuk Kertang

Para kelompok pengelola mangrove dan perwakilan masyarakat
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan